Dunia berputar, waktu melaju
Harapan yang baru tersusun
Sekejap lenyap
Runtuh hingga ke bongkah terakhir
Menyisakan urat tangan bergetar
Tapak kaki penuh luka
Bisa saja kita merancang lukisan
Memilih warna yang indah
Namun, bila memang takdir
Tak meminati lukisan itu
Maka lukisan itu tak akan bisa
Selesai terlukiskan
Bersedih atas itu
Silakan saja
Hanya saja
Puing harapan
Tak akan menyusun
Dirinya sendiri
Perlu raga yang bertahan
Untuk memulai lagi
Sebab raga yang memulai
Adalah seorang pejuang
dan Pejuang
Harus hadapi
Dengan kepala tegak
Meski ada sisa tangis
Di pipi kiri dan kanannya
Pejuang, hadapi semuanya
Tak gentar
Meski dihancur leburkan
Akan kembali bangkit
Tidak ada komentar:
Posting Komentar