Sudah sadari diri
Aku bagian para debu
Yang tertiup angin
Mengikuti laju angin
Aku sedang tak menunggu hujan
Sebab kemarauku
Masih sangat panjang
Mungkin hingga enam puluh purnama
Kemarau terlama
Aku biarkan diriku
Mengais tanah tandus
Hanya untuk
Membangun pijakan baru
Untuk kembali
Melompat
Di atas riak lumpur
Tidak ada komentar:
Posting Komentar