Aku melukis dengan butiran bintang
Berharap lukisan itu
Berbuah mimpi tentang masa keindahan
Dengan menggenggam tanganmu
Kembali di dadaku
Mentari yang muncul
Ku ajak berlari cepat
Karena aku tak sabar
Merangkai awan
Untuk menjadi bata indah
Jadi bagian rumah
Yang akan aku bangun
Dan jadi tempatmu dan aku
Berteduh di dalamnya
Namun, mentari terlalu cepat lelah
Perlahan pergi
Tinggalian jejak jingga
Buatku tersadar
Masih banyak ikhtiar
Yang belum aku lakukan
Untuk dapat
Memelukmu erat tiap hari
Aku harus bersabar
Bertahan dan tetap hidup
Hingga nanti
Agar aku dan kamu
Dapat kembali bersama
Seperti sebelum
Nenek sihir merenggut
Kebahagiaanku dulu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar