Kala badai akan hampiri
Ketiadaan dalam hati
Tak sadar, tetiba saja
Bulir keringat menetes lambat
Turun ke bumi perlahan
Aku, tak pernah menyangka
Napasku ada artinya
Meski awalnya
Aku merasa, hidupku tertimbun ilalang
Goresan nama terukir mendalam
Tak pudar, meski ku teteskan
Alkohol untuk obati
Sebab nama itu
Terukir bukan atas kehendakku
Nama itu
Terukir dalam karena semesta
Bersama Sang Penguasa
Menancapkannya dalam
Nama itu
Dan hanya Dia
Entitas yang mampu
Menutup nama itu
Sebelum menjadi luka
Meradang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar