Menjadi pemandangan
Alami mata ini
Semenjak akalku
Berfungsi hingga napas
Mulai tersengal-sengal
Tiap kali memandang
Ratusan kendaraan
Berdesakan tak bergerak
Mobil besar pasrah
Mobil kecil mencari celah
Sepeda motor berlomba menyelipkan diri
Aku selalu bertarung
Dengan alam pikirku
Memikirkan nuansa tenang
Rerumputan di padang ilalang
Alunan nada deburan ombak
Di tepi pantai
Suara jangkrik memadu kasih
Di lereng gunung
Ah, rasa-rasanya indah kali
Bila aku hidup di alam seperti itu
Pemandangan berupa pohon hidup
Bukan pohon beton
Kaki menginjak tanah lembut
Bukan aspal membatu
Menghirup udara segar
Bukan polusi kasat mata
Pikiranku selalu membayangkan
Surga dunia itu
Namun selalu abai
Siapkan diri
Menuju surga sesungguhnya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar